Operasi Trikora, Jejak Perjuangan di Raja Ampat
WAISAI, LELEMUKU.COM – Kepulauan Raja Ampat di Provinsi Papua Barat Daya menjadi saksi dari berbagai pertempuran Indonesia dalam upaya operasi Trikora untuk merebut Papua dari tangan Belanda. Penyusupan pertama ke kepulauan Raja Ampat adalah usaha PG 200 pada 14 September 1961 berjumlah 39 orang di bawah Letnan Jamaluddin Nasution.
Sayangnya, Letnan Nasution beserta dua orang Papua, Gerson Esuru dan Wos Rumaserang, gugur dalam usaha ini. Perjuangan dilanjutkan oleh pasukan PG 300, Komando Kompi 191261 di bawah Letnan Nana yang berusaha menginfiltrasi Pulau Gag. Sekitar 29 warga lokal ikut bergabung dalam komando ini. Pasukan KI 191260 di bawah Serma Boy Thomas yang berasal dari Pulau Yu menuju Tanjung Dalpele di Pulau Waigeo setelah berhasil berlindung di Pulau Bala-Bala.
Usaha ini dilanjutkan dengan PG 400 pimpinan Charles Papilaya dan PG 500 yang dipimpin Jonkey Robert Komontoy yang berangkat dari Gebe menuju Waigeo. Di sana mereka berhasil bergabung dengan Herlina Kasim dan PG 200 yang sudah datang lebih dahulu. Keberadaan para pasukan ini di Waigeo hingga akhir konflik dengan Perjanjian New York dikarenakan pasukan Belanda jarang mengunjungi wilayah ini.
Pada akhirnya, Pulau Papua berhasil dikuasai Indonesia pada tahun 1963. Jejak perjuangan Operasi Trikora di Raja Ampat menjadi pengingat akan pengorbanan para pahlawan dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia. Pemerintah Kabupaten Raja Ampat terus melestarikan situs-situs sejarah ini sebagai warisan bangsa. (Evu)