Kain Timor, Warisan Budaya Bernilai Tinggi di Maybrat
KUMURKEK, LELEMUKU.COM – Kain Timor atau kain timur merupakan kain tenun yang menjadi warisan budaya masyarakat di Provinsi Papua Barat Daya, khususnya Suku Moi dan suku-suku Maybrat. Kain ini awalnya berasal dari luar Papua, terutama Kepulauan Maluku dan Nusa Tenggara, yang dibawa pedagang sebagai alat tukar dengan masyarakat di Papua.
Pada abad ke-16 hingga ke-17, kain timor diperdagangkan di wilayah barat daya Kepala Burung Papua hingga Semenanjung Bomberai. Komoditas yang ditukarkan berupa budak, burung cenderawasih, kayu mesoyi, dan hasil hutan lainnya. Kini, masyarakat Papua Barat Daya mampu menenun kain timor sendiri dan penggunaannya meluas menjadi simbol status, mahar perkawinan, denda adat, dan prosesi adat.
Suku Karon menggolongkan kain timur menjadi 12 berdasarkan nilai dan derajatnya sesuai cerita asal muasal, motif hiasan, dan perlambangannya. Selain itu, kain timur digolongkan menjadi dua, yaitu kain timur dan kain timur te on. Golongan pertama dianggap keramat dan sakti, semakin tua usia kain timor maka nilainya semakin tinggi dan menjadi pusaka turun-temurun dalam suatu keluarga. Kain timur te on bisa digunakan sebagai alat tukar umum, hadiah antar teman, dan alat upacara.
Pemerintah Kabupaten Maybrat terus mendorong pelestarian kain timor sebagai warisan budaya daerah. Para pengrajin kain timor diberikan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk agar dapat bersaing di pasar nasional dan internasional. (Evu)